Jumat, 24 Januari 2014

Tentang Prasangka Baik

"Wahai istriku, sesungguhnya di kota Madinah ini sedang tersebar berita tentang Ummul Mukminin Aisyah. Bagaimanakah pendapatmu tentang berita itu ? "

Kalimat pertanyaan diatas adalah pertanyaan Abu Ayyub kepada istrinya tentang berita bohong yang sedang menghangat di kota Madinah tentang Ummul Mukminin Aisyah ra yang dituduh berbuat serong dengan Safwan bin Mu’atthal As-Silmi. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh kaum munafiqin yang dikepalai oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Mereka adalah sebagian penduduk Madinah yang tidak suka akan kehadiran kaum Muslimin yang berhijrah ke kota Madinah.
Peristiwa ini berawal saat Aisyah ra tertinggal dari rombongan RasuLULLAH S.A.W. ketika beliau kembali dari peperangan melawan bani Musthaliq. Aisyah yang tertinggal dari rombongan, ditemukan oleh Shafwan yang bertugas berjalan di belakang pasukan. Ketika Shafwan menemukan Aisyah yang sedang terbaring berselimutkan kainnya, Shafwan bertanya,
"Mengapa Anda tertinggal ?"
Shafwan segera mendekatkan untanya pada Aisyah dan mempersilahkan beliau untuk menaikinya. Shafwan kemudian menuntun onta yang ditunggangi Aisyah melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Melihat peristiwa ini, kaum munafiqin tidak mau kehilangan kesempatan untuk menjatuhkan kehormatan keluarga RasuLULLAH S.A.W. dengan mengeksploitasi peristiwa itu dan melontarkan tuduhan yang sangat keji.
Bagaimanakah sikap kaum muslimin ketika mereka mendengar berita yang belum diketahui kebenarannya tersebut, yang dilontarkan oleh kaum munafiqin terhadap Ummul Mukminin Aisyah dan Shafwan ?
Kaum muslimin pada waktu itu terbagi dua dalam menanggapi kasus tersebut. Ada yang yakin bahwa berita tersebut hanyalah fitnah orang-orang yang tidak suka kepada keluarga RasuLULLAH S.A.W. ada pula yang secara langsung atau tidak langsung membenarkan berita tersebut lewat kata-kata dan sikap mereka. Keluarga sahabat Abu Ayyub termasuk kedalam kelompok kaum
muslimin yang berprasangka baik kepada Aisyah dan Shafwan.
"Wahai istriku, sesungguhnya di kota Madinah ini sedang tersebar berita tentang Ummul Mukminin Aisyah. Bagaimanakah pendapatmu tentang berita itu ? "
Istri abu Ayyub berbalik bertanya,
"Wahai suamiku, andaikan engkau menjadi Shafwan apakah engkau pernah berpikir untuk melakukan perbuatan serong dengan Ummul Mukminin Aisyah ?"
"Tentu saja tidak !", jawab Abu Ayyub.
"Wahai suamiku, jika aku menjadi Aisyah, aku pun tidak akan pernah berpikir untuk mengkhianati RasuLULLAH S.A.W. Dan ketahuilah, bahwa Shafwan itu jauh lebih baik daripada engkau, dan Aisyah itu jauh lebih baik daripada aku. Jika terhadap kita saja hal itu tidak mungkin terjadi, bagaimana mungkin hal itu terjadi orang-orang yang lebih baik dari kita ? (yaitu Shafwan dan Aisyah)".

Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah di atas:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada ALLAH Sesungguhnya ALLAH Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)

ALLAH menyebutkan bahwa sebagian dari prasangka adalah dosa. Memang benar, karena pada kenyataannya prasangka itu hampir selalu mengikuti keinginan hawa nafsu. Ketika seseorang mendapatkan sesuatu berita "negativ" (yang belum pasti kebenarannya),
maka dengan sigapnya syaitan duduk disampingnya, menambahi berita itu dengan beribu macam dugaan dan menbisikannnya ke dalam hati manusia. Menyadari hal tersebut, hendaklah kita segera menepis segala lintasan pikiran, dugaan, prasangka ataupun semacamnya,
sehingga kita tidak terjerumus ke dalam dosa dan segera beristighfar minta ampun kepada ALLAH. Selanjutnya ALLAH pun melarang kita kaum muslimin mencari-cari kesalahan orang lain (apalagi saudara sendiri) dan menggunjing mereka, hingga ALLAH memisalkan perbuatan tersebut seperti memakan daging saudara sendiri. Siapakah yang sudi memakan daging seperti itu ?
Jika kita kebetulan mendengar sesuatu hal tentang saudara kita, yang belum teruji kebenarannya, maka wajiblah bagi kita untuk mendahulukan prasangka baik (husnudzon) sebelum prasangka buruk (su’udzon), seperti yang dicontohkan oleh keluarga Abu Ayyub diatas. Prasangka baik inilah yang akan menjadikan hubungan persaudaraan (ukhuwah) semakin erat dan melindungi kita dari penyakit hati iri dan dengki terhadap saudara seiman. Ikatan persaudaraan yang dilandasi oleh iman, yang terlindung dari prasangka buruk dan kedengkian inilah yang akan mampu membangun bangunan Islam yang kuat.
Salam ukhuwah (habibi nurul qolby)

Jenis Jenis Nafsu, Macam Macam Nafsu, Nafsu Yang Ada Dalam Tubuh Manusia

Ada 7 (tujuh) Tingkatan NAFSU Dalam Diri Manusia 

 Syekh Muhammad Nawawi Al- Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yg dikenal dgn istilah “marotibunnafsi”. Tempat2 dimana nafsu ini bersemayam dlm dunia sufi disebut sebagai “lathifah”, yaitu sebuah titik halus dlm diri kita yg keberadaannya tersebar. Berikut penjelasan beliau tentang nafsu, tempat dan tentara2nya: 1.Nafsu Ammaaroh Nafsu ammaroh tempatnya adalah “ash-shodru” artinya dada. ciri-cirinya sebagai berikut : Al-Bukhlu artinya kikir atau pelit Al-Hirsh artinya tamak atau rakus Al-Hasad artinya hasud Al-Jahl artinya bodoh Al-Kibr artinya sombong Asy-Syahwat artinya keinginan duniawi Nafsu Lawwamah Nafsu lawwamah tempatnya adalah “al-qolbu” artinya hati. ciri-cirinya sebagai berikut : Al-Laum artinya mencela Al-Hawa artinya bersenang-senang Al-Makr artinya menipu Al-’Ujb artinya bangga diri Al-Ghibah artinya mengumpat Ar-Riya’ artinya pamer amal Az-Zhulm artinya zalim Al-Kidzb artinya dusta Al-Ghoflah artinya lupa Nafsu Mulhimah Nafsu mulhimah tempatnya adalah “Ar-ruh” ciri-cirinya sebagai berikut : As-Sakhowah artinya murah hati Al-Qona’ah artinya merasa cukup Al-Hilm artinya murah hati At-Tawadhu’ artinya rendah hati At-Taubat artinya taubat atau kembali kepada ALLAH As-Shobr artinya sabar At-Tahammul artinya bertanggung jawab Nafsu Muthmainnah Nafsu muthmainnah tempatnya adalah “As-Sirr” artinya rahasia. ciri-cirinya sebagai berikut : Al-Juud artinya dermawan At-Tawakkul artinya berserah diri Al-Ibadah artinya ibadah Asy-Syukr artinya syukur atau berterima kasih Ar-Ridho artinya rido Al-Khosyah artinya takut akan melanggar larangan Nafsu Rodhiyah Nafsu rhodiyah tempatnya adalah “Sirr Assirr” artinya sangat rahasia. ciri-cirinya sebagai berikut : Al-Karom Az-Zuhd artinya zuhud atau meninggalkan keduniawian Al-Ikhlas artinya ikhlas atau tanpa pamrih Al-Waro’ artinya meninggalkan syubhat Ar-Riyadhoh artinya latihan diri Al-Wafa’ artinya tepat janji Nafsu Mardhiyah Nafsu mardhiyah tempatnya adalah “Al-khofiy” artinya samar. ciri-cirinya sebagai berikut : Husnul Khuluq artinya baik akhlak Tarku maa siwalloh artinya meninggalkan selain ALLAH Al-Luthfu bil kholqi artinya lembut kepada makhluk Hamluhum ‘ala sholah artinya mengurus makhluk pada kebaikan Shofhu ‘an dzunubihim artinya mema’afkan kesalahan makhluk Al-Mail ilaihim liikhrojihim min dzulumati thoba’ihim wa anfusihim ila anwari arwahihim artinya mencintai makhluk dan cenderung perhatian kepada mereka Untuk mengeluarkannya dari kegelapan (keburukan) watak dan jiwa2 ke arah bercahayanya ruh2 mereka. Nafsu Kamilah Nafsu kamilah tempatnya adalah “Al-Akhfa” artinya sangat samar. ciri-cirinya sebagai berikut : Ilmul-yaqiin Ainul-yaqiin Haqqul-yaqiin “ilaahii anta maqshudi wa ridhoka mathluubii a'thinii mahabbataka wa'marifatak” Semoga kita dapat mengendalikan nafsu2 kita dan meningkatkan pada tingkatan yg lebih baik melalui pengendalian diri…! Aamiin Jazakumullahu biahsaanal kariim

Jumat, 15 November 2013

Yarasulallah, yahabiballah

Ya Rasulallah...
Aku ingin seperti santri berbaju putih
Yang tiba-tiba datang menghadap
Duduk menyentuhkan kedua lututnya kepada lutut
agungmu
Dan meletakkan kedua telapak tanganya di atas paha-paha
muliamu
Lalu aku akan bertanya
Ya Rasulallah….tentang Islamku
Ya Rasulallah….tentang imanku
Ya Rasulallah….tentang Ihsanku
Ya Rasulallah….
Mulut dan hatiku bersaksi tiada tuhan selain Allah
Dan engkau Ya Rasulallah….utusan Allah
Tapi…ku sembah juga diriku
Astaghfirullah..
Dan risalahmu hanya kubaca, bagai sejarah
Ya Rasulallah….
Setiap saat, jasadku salat
Setiap kali diriku bersimpuh
Diriku jua yang ku ingat
Setiap saat ku baca shalawat
Setiap kali tak lupa ku baca salam
Assalamulaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullah
wabarakatuh
Salam kepadamu wahai nabi juga rahmat dan berkat Allah
Tapi…tak pernah kusadari
Apakah dihadapanku, kau menjawab salamku
Bahkan apakah aku menyalamimu
Ya Rasulallah….
Ragaku berpuasa dan jiwaku kulepas bagai kuda
Ya Rasulallah….
Sekali-kali kubayar zakat dengan niat dapat balasan
kontan dan berlipat
Ya Rasulallah….
Aku pernah naik haji, sambil menaikkan gengsi
Ya Rasulallah….
Sudah Islamkah aku
Ya Rasulallah….
Aku percaya Allah dan sifat-sifatNya
Aku percaya malaikat, percaya kitab-kitab suciNya
Percaya nabi-nabi utusanNya, aku percaya akherat
percaya qadha qadarNya seperti yang ku catat dan ku hafal
dari ustadz
Tapi aku tak tahu, seberapa besar itu mempengaruhi
lakuku
Ya Rasulallah….
Sudah imankah aku…?
Ya Rasulallah….
Setiap kudengar panggilan aku menghadap Allah
Tapi apakah IA menjumpaiku
Sedang wajah dan hatiku tak menentu
Ya Rasulallah….
Dapatkah aku berihsan…?
Ya Rasulallah….
Ku ingin menatap meski sekajap wajahmu yang elok
mengerlap
Setelah sekian lama, mataku hanya menangkap gelap
Ya Rasulallah….
Ku ingin mereguk senyummu yang segar
Setelah dahaga di padang kehidupan hambar
hampir membuatku terkapar
Ya Rasulallah….
Meski secercah teteskan padaku cahayamu
Buat bekalku sekali lagi, menghampiri Nya

Sabtu, 10 Desember 2011

indahnya kesabaran menurut aa gym

Orang yang dihiasi dengan sikap sabar akan melesat menjadi pribadi yang Menawan,Penuh Pesona,Kokoh,dan Tegar Menghadapi Hidup.
Dampaknya,dia akan dekat dengan Allah S.W.T. seperti janji Allah dalam firman-Nya..:

SESUNGGUHNYA ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG SABAR" (Q.S.Al-Baqarah:153)

Untuk itu setiap manusia harus berusaha meningkatkan kesabarannya,setidaknya dalam 3 hal..:

1-SABAR DALAM MELURUSKAN NIAT
2-SABAR DALAM MENYEMPURNAKAN IKHTIAR
3-SABAR DALAM MENYIAPKAN HASIL

Sabar tidak identik/sama dengan pasrah.Sabar adalah proses ikhiar dan tegar dijalan yang disukai Allah S.W.T.
Dengan kesabaran,kita akan lebih tepat dalam mengambil keputusan,kata-kata yang kita ucapkan pun akan punya kekuatan dan lebih bermakna,sehingga kita akan tampil lebih indah dan berwibawa.

Jumat, 25 November 2011

neraka bagi wanita

Diriwayatkan oleh ibnu abbas R.a:
Nabi S.A.W. berkata:
Aku melihat api neraka dan penghuni terbanyak
di dalamnya adalah dari kalangan wanita yg tidak
bersyukur.
Lalu
Sahabat bertanya:
Apakah karena mereka tidak beriman kepada
Allah S.W.T.....?
Rasulallah menjawab:
Mereka idak tahu berterimakasih kepada suami-
suami mereka dan pula tidak bersyukur terhadap
pertolongan dan kebaikan yg di berikan sang
suami mereka kepada mereka.jika kalian
melakukan kebaikan kepada mereka,maka mereka
berkata..
"saya tidak pernah menerima kebaikan apapun
dari kamu"
(diambil dari kitab shahih bukhari,kitab
iman,volume 1,kitab 2,Nomer 28)
ket:
Wanita-wanita macam itu tidak diterima di
dalam islam.
wanita di dalam islam wajib menghormati
suaminya dan berbuat baik padanya.
seorang wanita yang tidak menghargai suaminya
maka suaminya hanya dianggap sebagai budak
pekerja yang hanya di tuntut untuk memenuhi
kebutuhannya dan anak-anaknya